TANGGAL 2 Maret 2025 malam, saya membaca di status salah satu teman Facebook saya, seorang praktisi periklanan kawakan, kabar duka tentang meninggalnya salah satu produser eksekutif iklan televisi Indonesia dan pemilik ADA Productions, Wenda Corianti Kusumah. Ketika membaca kisah pengalaman si praktisi periklanan (yang seorang art director) dengan almarhumah, segera ingatan saya melayang ke kisah unik mengenai Wenda dan Sonny, suaminya, dari sudut pandang saya.
Mereka pada awal tahun 1995, kalau tidak salah, pindah menempati rumah di Jl. Pondok Jaya VII No. 15, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tepat bersebelahan dengan rumah orang tua saya. Saat itupun saya, yang belum menikah, masih tinggal di rumah orang tua. Wenda dan Sonny menjalankan bisnis production house (PH) di rumah itu, dan saya sebagai copywriter dapat segera mengenali segala kegiatan di dalam pekarangan rumah mereka maupun di jalan di depannya sebagai kegiatan persiapan produksi audio-visual.
Sebagai warga baru, Wenda dan Sonny saat itu tergolong tidak akrab dengan tetangga, tapi masih mau tersenyum kalau saya sapa (biasanya ketika saya pulang kerja dan menjumpai mereka di pekarangan rumah mereka, yang bisa saya lihat dari balik pagar pembatas rumah orang tua saya). Pada 1 November 1995 barulah terjalin komunikasi, yaitu ketika ayah saya wafat. Rekan-rekan saya dari biro iklan Lintas Link dan Citra Lintas datang melayat, termasuk Bimoyadi Markam, Audio-Video Producer PT Lintas Indonesia. Wenda heran melihat Bimo datang ke rumah orang tua saya, dan saya melihat dari arah teras rumah orang tua saya mereka terlibat percakapan singkat.
Wenda dan Sony kemudian datang melayat. Dia menyapa saya, “Saya tadi bilang ke suami, kok itu teman-teman advertising pada ke rumah sebelah. Siapa yaa tetangga kita? Kata Bimo, ‘Tetanggaan sama copywriter Lintas Link kok cuek aja!’”
Tahun 2005, ketika saya kembali Jakarta setelah lima tahun menetap di Surabaya, rumah dan kantor ADA Productions sudah pindah ke Jl. Pondok Jaya II. Ketika saya tambahkan Wenda di Pertemanan Facebook, dia bertanya kami pernah kenal di mana. Saya sodorkan cerita unik di atas.
May she rest in peace...©2025
Pondok Cabe, Tangerang Selatan, 3 Maret 2025
No comments:
Post a Comment