Friday, January 15, 2021

Arifin Dwiastoro's Quotes 2020

“Orang yang dijauhi manusia biasanya sedang didekati Tuhan.” (Arifin Dwiastoro, 5 Januari 2020)

“Orang yang tahu sedikit biasanya banyak bicara.” (Arifin Dwiastoro, 8 Januari 2020)

“Tiada baik atau buruk, positif atau negatif, daya tinggi atau rendah dalam hidup ini. Yang ada, dikehendakiNya atau tidak.” (Arifin Dwiastoro, 10 Januari 2020)

“Kelebihan sebuah tempat terletak di kisah(-kisah) tentangnya.” (Arifin Dwiastoro, 16 Januari 2020)

“Berbakti yang sejati kepada Tuhan Yang Maha Esa itu isinya hanya sabar-tawakal-ikhlas, tak hirau akan halangan dan hambatan, tak merasa susah meski dipersulit oleh orang lain, tak peduli tempat karena Tuhan tak dibatasi ruang dan waktu. Kalau kamu tak mampu seperti ini, maka tak layak kamu sebut lakumu sebagai ‘bakti’.” (Arifin Dwiastoro, 23 Januari 2020)

“Orang dengan ke-aku-an yang besar pasti selalu menuntut peng-aku-an.” (Arifin Dwiastoro, 24 Januari 2020)

“Orang yang diliputi amarah takkan pernah bisa melihat dengan jernih duduk persoalan yang dia hadapi.” (Arifin Dwiastoro, 24 Januari 2020)

“If you aren’t rebellious you can’t accept change. What you get by learning is constant change.” (Arifin Dwiastoro, 27 Januari 2020)

“Jangan berteman dengan orang yang dipedayai persepsi, kalau kamu tidak mau hidupmu kehilangan arah.” (Arifin Dwiastoro, 1 Februari 2020)

“Langkahmu kadang tidak populer, membuatmu dijauhi. Percayalah, Tuhan takkan pernah meninggalkan orang-orang yang tak goyah integritasnya karena alasan apa pun.” (Arifin Dwiastoro, 2 Februari 2020)

“Teman-teman saya berbagi cerita bahwa mereka belajar kepemimpinan di organisasi-organisasi di mana mereka bergiat. Di sana, mereka dilatih untuk memimpin orang lain. Saya: ‘Oh, kalau gue belajar kepemimpinan di Subud. Di situ gue dilatih sama diri gue sendiri untuk memimpin diri sendiri.’.” (Arifin Dwiastoro, 9 Februari 2020)

“Tuhan tidak minta kamu sukses. Dia minta kamu selalu bersyukur dengan apa pun yang kamu miliki saat ini.” (Arifin Dwiastoro, 9 Februari 2020)

“Pikiran selalu nyaman dengan asumsi, tidak mau keluar dari zona nyaman untuk menemukan kebenaran yang tidak memihak.” (Arifin Dwiastoro, 10 Februari 2020)

“In the Latihan we are taught that we have to know each other, become aware of each other, and understand each other. We have to know each other’s problems and each other’s needs. We have to love each other, help each other, trust each other and respect each other.” (From Special Supplement, Talk to Men and Women, Sydney, Australia, May 11, 1982)

“Itulah ego, selalu mau benar dan menang sendiri, sampai tidak sadar dirinya dipermainkan bahkan oleh orang yang strata pengetahuannya lebih rendah.” (Arifin Dwiastoro, 15 Februari 2020)

“Bersabarlah terhadap bekerjanya kekuasaan Tuhan dalam proses-proses kehidupan yang harus kita lalui. Semua akan indah pada waktunya.” (Arifin Dwiastoro, 23 Februari 2020)

“Menjadi orang baik jauh lebih mudah daripada menjadi diri sendiri.” (Arifin Dwiastoro, 28 Februari 2020)

“Ilmu spiritual tertinggi adalah tidak tahu apa-apa, asik-asik saja, dan apa adanya.” (Arifin Dwiastoro, 14 Maret 2020)

“Jangan fokus pada ilmu dan nilai nominalnya, tapi berfokuslah pada peningkatan keahliannya.” (Arifin Dwiastoro, 24 April 2020)

“Satu hal yang patut disyukuri dari puasa di bulan Ramadhan adalah pembersihan citarasa: Makan menjadi lebih nikmat. Tubuh serasa disurgakan.” (Arifin Dwiastoro, 27 April 2020)

“Lebih baik berani salah daripada takut berbuat." (Arifin Dwiastoro, 27 April 2020)

“Salah satu aspek latihan prihatin dalam puasa adalah sahur (mengurangi tidur). Jangan dilewatkan!” (Arifin Dwiastoro, 2 Mei 2020)

“Kalau mau bisnis Anda laris, mendekatlah orang-orang yang profesional, dan itu bukan teman atau famili Anda.” (Arifin Dwiastoro, 5 Mei 2020)

“Bisnis dengan perusahaan swasta maupun BUMN, masuk area kantornya gampang, keluar duitnya susah. Dengan TNI, masuk area kerjanya susah, keluar duitnya gampang.” (Arifin Dwiastoro, 6 Mei 2020)

“Butuh usaha luar biasa untuk menjadi biasa.” (Arifin Dwiastoro, 8 Mei 2020)

“Cara jitu memasarkan produk di tahun 2020: Jangan pasarkan produk Anda, tidak akan laku. Pasarkan diri Anda!” (Arifin Dwiastoro #Marketmatics series, 9 Mei 2020)

“Yang buruk tidak akan bertahan lama. Pun demikian dengan yang baik. Tuhan itu di awal dan di akhir, bukan baik atau buruk.” (Arifin Dwiastoro, 16 Mei 2020)

“Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki orang lain—walaupun kita begitu menginginkannya. Hanya Tuhan yang bisa dan kemauan orang itu.” (Arifin Dwiastoro, penerimaan kejiwaan, 16 Mei 2020)

“Melayani pelanggan melampaui nilai uang adalah yang menjadikan seorang pengusaha itu ‘manusia’.” (Arifin Dwiastoro, 21 Mei 2020)

“It’s the Power of God that helps me, not the Power of Money. Unless God so wills, there’s no way money can help you.” (Arifin Dwiastoro, 21 Mei 2020)

“Tidak boleh belum tentu tidak bisa. Tidak boleh adalah hukum manusia, tidak bisa adalah hukum Tuhan.” (Arifin Dwiastoro, 7 Juni 2020)

“Setiap orang itu unik.” (Arifin Dwiastoro, 8 Juni 2020)

Success comes from doing old things in new ways.” (Arifin Dwiastoro, 10 Juni 2020)

“Sebagian besar kegagalan adalah karena tidak pernah memulai.” (Arifin Dwiastoro, 15 Juni 2020)

“Investasi terbaik sepanjang waktu adalah investasi waktu.” (Arifin Dwiastoro, 16 Juni 2020)

“Pikiran menjadi mulia hanya bila terbimbing kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Arifin Dwiastoro, 24 Juni 2020)

“Memahami dengan mengalami sendiri. Bukan dengan mendengarkan/membaca pengalaman orang lain.” (Arifin Dwiastoro, 28 Juni 2020)

“Ketika sudah tidak bisa mempercayai apa pun dan siapa pun, tindakan terbaik adalah percaya pada diri sendiri.” (Arifin Dwiastoro, 17 Juli 2020)

“Pikiran kita hanya menciptakan drama berdasarkan skenario garapannya sendiri.” (Arifin Dwiastoro, 20 Juli 2020)

“’Ingin’ adalah nafsu. Jadi, alih-alih ‘ingin’, lakukan saja. Dengan begitu, bimbinganNya masuk. Selama ada ‘ingin’, bimbingan tidak akan masuk.” (Arifin Dwiastoro, 25 Juli 2020)

“Jangan heran kalau ada orang yang hanya mikirin uang. Karena nilai uang memang ciptaan pikiran.” (Arifin Dwiastoro, 29 Juli 2020)

“Yang dari hati tidak abadi. Yang dari jiwa bertahan selamanya.” (Arifin Dwiastoro, 2 Agustus 2020)

“Tidak usah khawatir bila ada orang yang terus membencimu walaupun kamu dan waktu telah berubah. Yang seharusnya khawatir adalah dia, karena kebencian itu membakarnya perlahan.” (Arifin Dwiastoro, 3 Agustus 2020)

“Berpikir dan bertindaklah positif untuk kesejahteraan diri sendiri, lahir dan batin. Jangan untuk mendukung kepentingan orang lain.” (Arifin Dwiastoro, 6 Agustus 2020)

“Kenaikan gaji tidak selalu berbanding lurus dengan perbaikan kesejahteraan. Semua tergantung pada gaya hidup si penerima gaji.” (Arifin Dwiastoro, 11 Agustus 2020)

“Biar COVID, tetap profit.” (Arifin Dwiastoro, 14 Agustus 2020)

Jangan berpikir positif. Berpikirlah apa adanya.” (Arifin Dwiastoro, 20 Agustus 2020)

Keindahannya abadi bila kita tidak tahu apa-apa mengenainya dan tidak ingin tahu. Hanya menerima.” (Arifin Dwiastoro, 21 Agustus 2020)

Sabar bukan pakai ‘bisa’, tapi ‘dibisakan’. ‘Bisa’ ada batasnya, kerjaannya akal pikir; ‘dibisakan’ tanpa batas, kerjaannya Yang Maha Tak Berbatas.” (Arifin Dwiastoro, 29 Agustus 2020)

Competition takes the fun out of everything. Unless competition is the only fun you can get.” (Arifin Dwiastoro, 4 September 2020) 

“Semua hanya permainan, termasuk pencapaian-pencapaian yang hebat. Yang nyata hanya bimbinganNya.” (Arifin Dwiastoro, 12 September 2020)

Tanpa sejarah, kita tidak akan tahu asal kita, dan karena itu kita tidak bisa mengenal diri kita.” (Harris Roberts, Warung Desa Sentul, 20 September 2020)

Lihatlah burung di udara. Mereka tidak menanam, tidak menuai, dan tidak juga mengumpulkan hasil tanamannya di dalam lumbung. Meskipun begitu Bapamu yang di surga memelihara mereka! Bukankah kalian jauh lebih berharga daripada burung?” (Matius 6:26)

“Ayam tidak akan masuk surganya bebek, dan bebek tidak akan masuk nerakanya ayam.” (Arifin Dwiastoro, menjawab pertanyaan Aini Abdul via WA, 23 September 2020)

Bila kamu memiliki integritas, berpendapatlah atas namamu sendiri. Jangan bawa nama orang lain.” (Arifin Dwiastoro, 24 September 2020)

Merupakan kesalahan sangat fatal bagi perusahaan berskala besar mensyaratkan penawaran harga terendah dalam penyelenggaraan tender proyek, alih-alih pengalaman, pengetahuan, atau keahlian peserta tender. Karena hal itu, bakal membuat bonafiditas perusahaan tersebut merosot dan mencoreng reputasinya.” (Arifin Dwiastoro, 24 September 2020)

Jangan ingin menjadi baik. Jadilah sadar.” (Arifin Dwiastoro, 27 September 2020)

“Protokol Latihan Kejiwaan: 3M (Menyerah, Menerima, Mengikuti).” (Arifin Dwiastoro, 28 September 2020) 

“Tidak ada masalah yang besarnya melebihi besarnya Diri Sejati kita.” (Arifin Dwiastoro, 13 Oktober 2020)

Prihatin adalah keadaan serba berkecukupan tapi kita membatasi diri (nafsu) untuk hal-hal yang kita suka. Bukan malah ambil kesempatan dalam kesempitan.” (Arifin Dwiastoro, 4 November 2020)

Puas hanya milik orang bodoh. Belajar terus adalah harta orang bijak.” (Arifin Dwiastoro, 5 November 2020)

Kemampuan berbahasa, kemampuan berbicara, kemampuan menulis, tidak ada guna tanpa dibarengi kemampuan berkomunikasi.” (Arifin Dwiastoro, 7 November 2020)

Saya paling takut kepada strategi perang yang jitu, alih-alih kepada teknologi perang yang canggih.” (Arifin Dwiastoro, 9 November 2020)

Perbuatan baik itu adalah perbuatan yang memberi manfaat bagi orang lain secara individu, dan sifatnya subyektif. Artinya, baik bagi si A belum tentu baik bagi si B.” (Arifin Dwiastoro, 11 November 2020)

Kalau ada (banyak) orang tidak menyukaimu, jangan risau. Para nabi pun banyak musuhnya, meski mereka dimurahi Tuhan.” (Arifin Dwiastoro, 11 November 2020)

You don't need a good copywriter or graphic designer to do great branding. You only need great thinking.” (Arifin Dwiastoro, 13 November 2020)

Saya mending berbuat benar daripada berbuat baik.” (Arifin Dwiastoro, 20 November 2020)

“We are naturally created as beings that mutually benefit our fellow beings as well as the whole universe. Even bad benefits the existence of good,  darkness makes light meaningful, like the presence of women to men.” (Arifin Dwiastoro, 27 November 2020)

Jangan biarkan masa lalu mengendalikan hidupmu di masa kini. Semua orang punya luka batin akibat pengalaman buruk di masa lalu, tapi terserah kita mau mengakhirinya atau memeliharanya.” (Arifin Dwiastoro, 29 November 2020)

Dahulu, dikte hanya diajarkan di sekolah. Sekarang, semua aspek kehidupan mendikte. Tapi tidak berhasil pada mereka yang terpusat ke dirinya.” (Arifin Dwiastoro, 15 Desember 2020)

Sense of crisis bukan sikap yang berguna, tapi menandakan Anda mengalami crisis of the senses.” (Arifin Dwiastoro, 31 Desember 2020)