Tuesday, December 2, 2014

Kata-kata Bijak Buddha Gautama

Namo Buddhaya...

“Cinta lebih bernilai daripada emas. Cintailah siapa pun dan janganlah kamu hanya mencari kekayaan. Tidak ada kebahagiaan di dalam kekayaan—hanya cinta.”
“Janganlah menghakimi orang lain karena mereka tidak berperilaku sesuai pikiranmu. Ada alasan yang lebih dalam bagi perilaku mereka dan terkadang yang dibutuhkan cukup tangan yang menuntun dengan lembut.”
“Jangan sekali-kali meragukan dirimu. Jangan ragu sedikit pun bahwa kamu suatu hari dapat membuat perubahan yang positif dalam hidup seseorang.”

“Dengarkan dengan kedua telinga. Meski ini terdengar aneh, seringkali kamu berpikir bahwa kamu sudah mendengarkan orang lain tetapi memikirkan hal lainnya. Jangan pula menebak-nebak apa yang hendak dikatakan seseorang, karena dengan berbuat demikian kamu tidak menghormati orang itu atau apa yang ia katakan. Kamu mencoba mendahuluinya, yang berarti kamu tidak menghargai orang itu.”
“Materi ada di sekeliling kamu. Kamu bisa menyentuhnya, memegangnya dan merasakannya. Tetapi ada hal-hal lainnya yang tidak bisa kamu lihat dan sentuh—harum mawar atau suara burung bernyanyi. Semua ini sama pentingnya. Bahkan mereka lebih penting daripada materi. Kami sadar bahwa kamu tidak bisa hidup bila kekurangan materi, tetapi bila kamu menjalani hidupmu sehari-hari dengan meluangkan waktu mencium harum mawar atau mendengarkan burung-burung bernyanyi, kamu akan merasa lebih baik.”

“Jangan menilai segala sesuatu dari kulitnya. Kamu tidak akan tumbuh dan berkembang bila pikiranmu selalu tertutup. Mawar yang cantik memiliki duri. Tanaman kaktus yang berduri dan buruk rupa dapat memberi makanan dan air bagi mereka yang membutuhkannya. Binatang paling cantik di dunia biasanya justru yang paling mematikan. Kamu harus selalu memiliki pikiran yang terbuka untuk melihat hal-hal dari sudut pandang yang berbeda; kamu harus berdiri di atas meja untuk melihat segala sesuatu dari sudut yang berbeda. Bisa saja timbul amarah pada dirimu karena melihat perilaku orang lain. Mereka mungkin saja mengira tidak ada yang salah dalam perilaku mereka. Kadang ada alasan mendalam bagi perilaku mereka dan dengan memandang hal tersebut dari sudut yang berbeda kamu akan melihat hal-hal sebagaimana mereka sesungguhnya.”

“Kadang kamu merasa seolah kamu sudah tidak dapat lagi meneruskan perjalanan. Barangkali ada kendala di depanmu atau kamu merasa terlalu letih dan kaki-kakimu sudah tidak sanggup lagi melangkah. Kendala-kendala ini diletakkan di jalanmu oleh Kami agar kamu berhenti untuk beristirahat dan menimbun semua yang telah kamu pelajari. Sekali kamu telah menyerapnya dan sekali kamu telah beristirahat, kamu dapat melanjutkan perjalananmu—dan dengan melakukan hal itu kamu akan menyadari bahwa kamu sudah melangkah lebih jauh daripada ketika kamu berhenti.”

“Pandanglah langit malam dan lihatlah bintang-bintang yang berkerlap-kerlip jauh di langit sana. Pandanglah rembulan dengan sinarnya. Amati bagaimana bulan menyinari Bumi, membelah kegelapan. Kamu pun bisa menyinari kegelapan dalam hidup manusia. Kamu pun bisa bercahaya.”

“Kamu mungkin saja berpikir bahwa kamu memahami peperangan. Kamu mungkin saja berpikir bahwa kamu memahami apa arti perang. Dengan mengaku bahwa kamu memahami perang sama saja mengaku memahami kekacauan. Peperangan hanya relevan di pikiran manusia. Peperangan disebabkan oleh keserakahan dan haus akan kekuasaan. Ketimbang mencoba menganalisis peperangan dan pelaksanaan perang, adalah jauh lebih baik bila kamu memakai seluruh energimu untuk mencari tahu bagaimana melaksanakan perdamaian, dan menciptakan ketentraman.”
“Sekaranglah waktumu. Manfaatkan dengan bijak. Kamu telah memilih untuk kembali pada waktu ini dan kamu telah memilih jalan yang sekarang kamu tempuh. Dalam seluruh hidupmu kamu akan menemukan banyak rintangan. Kami akan mencoba membantumu bila kami bisa, tetapi hal ini tidak selalu memungkinkan. Alasannya sederhana. Beberapa rintangan telah ditempatkan di jalanmu oleh dirimu sendiri; beberapa oleh orang lain. Dengan ini kami akan mencoba membantumu. Rintangan-rintangan lain telah ditempatkan di jalanmu oleh Kami untuk memberimu tantangan—agar kamu tumbuh dan berkembang. Kami tidak akan membantumu dalam hal ini—kamu harus menghadapinya sendiri.”

“Jangan meremehkan dirimu sendiri. Kamu tidak bisa melihat dirimu dari perspektif orang lain—ketika kamu melihat ke cermin kamu akan melihat kesalahan-kesalahan, tetapi cermin sendiri banyak kekurangannya. Cermin tidak dapat memperlihatkan sosok di dalam dirimu. Orang lain dapat memandangmu dan melihat siapa kamu sebenarnya. Percayai penilaian orang lain. Keluarkan diri pribadimu; bebaskan sang jiwa. Dengan melakukan hal itu, kamu akan memahami banyak hal; kamu akan melihat apa yang dilihat orang lain pada dirimu. Hidupmu akan tampak lebih lengkap.”

“Kata-kata saja tidak cukup. Kamu dapat menyuarakan kata-kata bila muncul di dalam kepalamu, tetapi tanpa pikiran semua itu kosong—tidak memiliki arti. Kata-kata yang dipikirkan memiliki lebih banyak kekuatan dan perbuatan-perbuatan baik berbicara lebih keras daripada kata-kata. Melalui perbuatan, kamu akan dapat menemukan makna hakiki, kekuatan hakiki dan jalan hakiki untuk maju.”

“Berbicaralah dari hati; bila kamu tidak berbicara dari hati kata-katamu biasanya akan tidak punya arti dan terkadang kejam. Berpikir dan mendengarlah lebih banyak dengan hatimu dan kurangi dengan kepalamu; hati tidak bisa ditipu, tetapi kepala mudah dibingungkan oleh hal-hal yang kamu lihat dan dengar serta pendapat-pendapat orang lain. Kata-kata yang keluar dari hati mengandung cinta dan bersifat murni. Orang akan lebih suka mendengarkan kata-kata yang keluar dari hati ketimbang yang keluar dari kepala. Kata-kata dari hati selalu benar serta bercahaya dan penuh cinta.”

“Kamu hanya melihat apa yang ingin kamu lihat. Dengan demikian, kamu memunggungi kebenaran. Jika kamu menjaga ketenangan hati dan pikiranmu, kamu akan mudah menemukan jalan keluar dari semua permasalahan yang kamu hadapi. Tenangkan pikiranmu dan ia akan membangun jembatan di mana kamu akan dapat menyeberangi sungai permasalahanmu dengan lebih mudah. Dengan menghindari permasalahan, sebuah aliran sungai yang sempit akan menjadi sungai yang lebar dan akan semakin sulit diseberangi.”

“Kamu sering menemukan banyaknya persimpangan di jalanmu. Bila kamu memandanginya, semua persimpangan tampak sama dan kamu tidak mempunyai petunjuk jalan mana yang harus kamu ambil. Dengarkan suara batinmu dan kamu akan mampu menempuh jalan yang kamu pilih dengan yakin. Ada jalan-jalan yang panjang dan ada jalan-jalan yang pendek, tetapi bila kamu bermaksud mencapai suatu sasaran kamu akan mencapainya apa pun jalan yang kamu ambil. Dengarkan suara batinmu dan ia akan membimbingmu melewati banyak tikungan di jalanmu dan membantumu memilih simpang mana yang akan kamu ambil. Suara batinmu adalah bagian dari dirimu yang mengetahui jawaban-jawabannya dan tahu arah mana yang akan kamu ambil. Dengarkan baik-baik.”


(Dari berbagai sumber)