TANGGAL 28 Desember 2025 saya mendapat kabar duka dari Iskandar Henry—salah satu pembantu pelatih Subud Cabang Jakarta Selatan, bahwa sahabat dan mantan rekan kerja saya sekaligus saudara Subud saya (meski sudah lama tidak Latihan lagi), Agus Ichwanto namanya, meninggal dunia. Iskandar mengetahuinya karena istrinya merupakan teman SMA dari istrinya Agus.
Saya kemudian mengirim pesan WhatsApp ke Mas Heru, pembantu pelatih dari Cabang Surabaya yang kini bermukim di Madiun, yang memperkenalkan saya dan Agus kepada Subud pada tahun 2003. Mas Heru mengingatkan saya pada insiden pada tahun 2004, ketika saya baru dibuka.
Setelah saya dibuka, Agus datang ke Surabaya lagi sebentar karena ada suatu urusan bisnis. Agus pernah dua tahun tinggal di Surabaya di mana saya sudah duluan tinggal di sana. Kami berteman baik sejak 1996 ketika dia bergabung di biro iklan tempat saya bekerja, Rama & Grey. Dia menginap di Hotel Narita, hotel bintang tiga di Jl. Barata Jaya XVII, Surabaya, ditemani Mas Heru.
Suatu malam, saya bertemu dengan Agus dan Mas Heru di lobi Hotel Narita. Agus berkata ke saya di depan Heru, nadanya terdengar emosional: “Gue pengen masuk Subud tapi kalau cobaannya kayak Mas Heru gue nggak sanggup! Gue nggak sanggup kalau sampai kehilangan anak dan istri!”
Saat itu, Mas Heru sedang melalui periode pembersihan gila-gilaan, kehilangan hampir segalanya. Mulai dari istri yang minta cerai dan anak perempuan semata wayangnya dibawa sang mantan istri, sampai dia hidup terlunta-lunta di jalan tanpa atap dan kadang tidak makan sehari.
Lalu, saya spontan berkata ke Agus, bahwa ujian hidup setiap orang tidak ada yang sama. “Kalau sama semua, Tuhan nggak kreatif,” kata saya bercanda. Lalu, saya lanjut berkata, serius, “Lo mungkin nggak akan kehilangan keluarga lo, Gus. Tapi kalau lo kehilangan ingatan bagaimana?!”
Si Agus kaget mendengar ucapan saya dan dia berpikir lama, tetapi tidak merespons saya.
Nah, ketika
saya mengabari meninggalnya Agus ke Mas Heru, hari Minggu kemarin, dan bahwa
dia tahun 2017 dirawat tiga bulan di rumah sakit akibat virus otak yang membuat
dia hilang ingatan (sampai meninggal, Agus belum pulih benar), Mas Heru
teringat ucapan saya di lobi Hotel Narita, 21 tahun lalu.©2025
Pondok Cabe Ilir,
Pamulang, Tangerang Selatan, 31 Desember 2025
No comments:
Post a Comment