Friday, October 2, 2015

Jalan Pintas Spiritual--Menulis

SPIRITUALITAS merupakan bagian integral dari keberadaan kita. Ada yang memerlukan jalan tertentu untuk menginsafinya—seperti saya aktif Latihan Kejiwaan Susila Budhi Dharma (SUBUD), namun ada pula yang mengabaikan makna penting dari berspiritualitas.

Bagi kebanyakan orang, spiritualitas atau mencapai keadaan spiritual merupakan jalan melelahkan yang memerlukan upaya keras yang tak jarang membuat si “pejalan” jenuh dan akhirnya berhenti/mundur. Padahal kenyataannya spiritualitas tidak melulu berisi serangkaian aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran sebagaimana yang diperkenalkan di tarekat Sufi/tasawuf. Kalau Anda mau, ada lho JALAN PINTAS SPIRITUAL (spiritual shortcut).

Apa iya ada yang namanya “jalan pintas spiritual”? ADA! Untuk memulainya, kita
perlu mengubah pandangan kita tentang apa artinya melangkah di “jalan spiritual. Cara yang paling produktif untuk memandang spiritualitas bukanlah merupakan jalan pembelajaran, tapi jalan yang meniadakan pembelajaran. Kenapa begitu? Begini, kita tuh sebenarnya nggak pernah benar-benar terputus dari spiritualitas kita. Tanpa sumber energi universal mengalir melalui kita setiap saat, kita akan berhenti menguasai bentuk-bentuk manusia yang terlampau menggunakan akal pikirnya, yang kita sebut “kita” ini. Masalah sebenarnya adalah bahwa kita termakan omong kosong sejarah, budaya, dan pribadi yang membuat keterhubungan spiritual kita tampak seolah merupakan pengalaman terisolasi dan kabur.

Mengetahui bahwa kita selalu terhubung, jalan kita menjadi tidak lagi tentang mencoba untuk menjadi spiritual tetapi tentang membuang sampah yang membuat kita berakar terlalu dalam pada realitas fisik dari keberadaan kita. Karena kita (sebagai masyarakat) memberikan begitu banyak makna pada indra fisik dan pikiran kita, kita cenderung untuk mengisi hidup kita dengan berbagai kesibukan. Bahkan, orang-orang tampaknya menganggap keren ketika Anda memberitahu mereka bahwa Anda “sedang sibuk”. Kecenderungan menjadi stres dan terlalu banyak bekerja ini berarti bahwa sebagian besar dari kita punya waktu yang terbatas untuk berlatih spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah sebabnya mengapa jalan pintas untuk spiritualitas sangat penting.

Di antara sejumlah jalan pintas spiritual yang ada, saya tawarkan satu ini—karena terkait dengan profesi saya… 

Menulis

SELAIN membaca materi spiritual (yang saya tahu Anda sudah melakukannya), MENULIS merupakan jalan pintas yang kuat untuk mencapai kejernihan mental dan spiritualitas. Menuliskan pikiran-pikiran Anda dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti menulis jurnal/buku harian, menulis bebas, dan lain-lain. Tidak penting gaya penulisan macam apa yang Anda pilih. Bahkan, jika Anda memiliki “hambatan penulis” (writer’s block) ketika Anda duduk untuk memulai maka Anda dapat menulis kata-kata atau kalimat yang sama berulang-ulang sampai waktu Anda habis atau sampai Anda memikirkan sesuatu yang lain untuk dituliskan. Jika Anda tidak terbiasa menulis, atau memiliki kemampuan menulis yang terbatas, maka mulailah dengan tidak lebih dari lima menit berturut-turut disusul oleh istirahat sejenak.

Salah satu waktu terbaik untuk menulis adalah setelah membaca, menonton atau memikirkan sesuatu yang merangsang pemikiran. Kita semua memiliki momen “ah-ha!” itu yang tampaknya mengubah hidup kita, hanya untuk melihat dampaknya memudar seiring waktu (biasanya lebih cepat). Cara yang baik untuk menyimpan informasi yang telah Anda pelajari adalah hanya menuliskan apa yang Anda ingat. Anda dapat menambahkan pikiran dan pengalaman Anda sendiri dan Anda dapat menuliskan apa yang Anda suka dan/atau tidak suka tentang hal itu. Tidak penting apakah Anda menulis tentang sesuatu yang mendalam karena manfaat sebenarnya terletak pada tindakan yang Anda ambil.

Contoh Latihan Menulis Lima Menitan:
  • ·       Awali setiap kalimat dengan menulis, “Aku ingat…”
  • ·       Kalimat-kalimat alternatif yang diawali dengan

o   Sebuah kisah yang aku ceritakan pada diriku sendiri adalah…”
o   Yang benar adalah…”
  • ·       Tulislah tentang pertemanan yang tak terduga.
  • ·       Tulislah tentang air atau api.
  • ·       Mulailah sesi Anda dengan menulis, “Aku sama sekali tidak bisa menulis tentang…”


Spiritualitas merupakan proses pengalaman alih-alih sebuah proses berpikir. Berhasil tidaknya jalan pintas spiritual ini tergantung sepenuhnya pada Anda.©

No comments: