Friday, March 13, 2026

Sekepal Nasi dan Sayur Bening



DUA hari lalu (11 Maret 2026), timbul diskusi tentang makanan di grup WhatsApp Subud Cabang Sidoarjo, Jawa Timur, gegara saya memposting foto menu buka puasa di Wisma Bharata Pamulang. Satu pembantu pelatih berkomentar: “Yang jelas, setiap ada makanan di acara Subud, khususnya di rumah Bapak dan keluarga beliau itu selalu enak dan terasa berbeda. Karena apa ya? Saya perhatikan demikian: suasananya, makanannya, sampai minumannya lho enak semua!”

Satu anggota membagi cerita berikut: “Dulu, sisa makanannya Ibu Rahayu jadi rebutan. ‘Ngalap berkah’, kata para anggota dan pembantu pelatih wanita. Semoga sekarang sudah berbeda. Kasihan Ibu Rahayu, belum selesai makan para anggota sudah berdesak-desakan di dekat Ibu, [dengan harapan mendapat bagian berkahnya].”

Saya menanggapi cerita tersebut dengan candaan: “Ibu makannya sekepal nasi dan sayur bening, aku sih ogah rebutan untuk dapat menu seperti itu.”

Makan sekepal nasi dengan sayur bening bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan sebuah simbol budaya dan spiritual yang mendalam, terutama dalam tradisi masyarakat Jawa. Praktik ini sering disebut sebagai bagian dari ritual prihatin atau laku tirakat. Dalam konteks ini, prihatin bukan berarti sedih atau menderita karena miskin. Prihatin adalah sebuah pilihan sadar untuk menahan diri dari kesenangan duniawi.

Dengan membatasi porsi (sekepal) dan rasa (sayur bening yang biasanya hanya berbumbu kunci, kencur, dan garam), seseorang sedang melatih ego agar tidak diperbudak oleh lidah dan keinginan yang berlebihan. Ini adalah pengingat bahwa manusia sebenarnya hanya butuh sedikit energi untuk bertahan hidup dan beribadah. Memilih untuk makan sederhana di tengah kelimpahan adalah cara seseorang menjaga jarak agar tidak “mabuk” oleh dunia.

Melanjutkan obrolan di grup WhatsApp itu, saya menyampaikan bahwa selain sebagai bentuk keprihatinan, kemungkinan Ibu Rahayu makan hanya sekepal nasi dan sayur bening adalah karena usia beliau juga sudah lanjut, yang berarti harus benar-benar mengatur pola makan demi kesehatan. 13 Maret 2026 ini, Ibu merayakan ulang tahun ke-98. Semoga selalu terjaga kesehatan Ibu, lahir dan batin. Aamiin.©2026


Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 13 Maret 2026

No comments: