JIKA kita dengar kata PERANG DUNIA, yang terbayang biasanya pasukan besar yang saling serang antar benua dan aliansi militer yang saling berhadapan. Kita menganggapnya sebagai titik balik yang mengubah tatanan dunia secara total.
Tapi masalahnya, Perang Dunia itu tidak selalu soal tank dan rudal. Ini juga soal perang urat saraf, perang dagang global, perang melawan terorisme, bioterorisme, bahkan soal bagaimana pandemi dipolitisasi untuk kepentingan dominasi militer di wilayah-wilayah strategis.
Salah Kaprah
Kita
Ketika Rusia menginvasi Ukraina 24 Februari 2022 lalu, semua orang heboh dan bilang, “Perang Dunia III bakal pecah!” Reaksi yang sama muncul lagi waktu Amerika Serikat-Israel menyerang Iran. Kebanyakan orang membayangkan Perang Dunia itu cuma peristiwa sesekali yang isinya adu senjata canggih antara dua kekuatan besar.
Sudut Pandang yang
Lebih Luas
Padahal, definisinya jauh lebih luas dari itu. Kita bisa bilang kalau Perang Dingin itu termasuk perang dunia. Begitu juga Perang Iran-Irak, Perang Teluk, Perang Falkland, sampai Perang di Afghanistan. Kenapa? Karena dampaknya terasa secara global—mengubah geopolitik, mengacak-acak ekonomi, hingga mengubah budaya kita selamanya.
Seperti kata Albert Einstein yang
terkenal:
“Aku tidak tahu senjata apa yang akan
digunakan dalam Perang Dunia III, tapi Perang Dunia IV akan dilakukan dengan
tongkat dan batu.”©2026
Pondok Cabe Ilir,
Pamulang, Tangerang Selatan, 13 Maret 2026
No comments:
Post a Comment