Wednesday, March 11, 2026

Ajaran vs. Tidak Ada Ajaran

KARENA Subud tidak ada ajaran dan pelajaran, maka tidak jarang obrolan kita di Subud lebih tentang sepak terjang kita dalam kehidupan.                         

Terkait hal itu, saya barusan terkenang pada suatu insiden lucu tahun 2012. Terjadi di pekarangan Wisma Subud Surabaya, Jawa Timur. Pada malam itu, saya ke sana karena memang jadwal Latihan cabang, tetapi sebelumnya saya janjian untuk ketemu teman Facebook saya yang bukan anggota Subud. Saat itu, kami mengobrol di teras sebuah bangunan di belakang Hall Latihan Surabaya, yang pada hari-hari tertentu berfungsi sebagai tempat pertemuan kandidat.

Kami mengobrol tentang ponsel terbaru dan fitur kameranya. Di dekat kami, dalam jarak sekitar 1,5 meter duduk seorang pria paruh baya, dengan kumis dan janggutnya serta rambut panjangnya berwarna kelabu. Saya merasa dia kandidat yang sedang menanti jam dimulainya pertemuan kandidat. Dari penampilannya, saya menduga dia aktif di salah satu aliran kebatinan Jawa. Saya juga merasa dia menganggap obrolan saya dengan teman saya sebagai “tidak bermutu secara spiritual”. Kaum penghayat aliran kebatinan Jawa memang lebih suka diskusi hal-hal spiritual dan klenik, dunia gaib dan tempat-tempat angker.

Karena terus-menerus mendengar kami mengobrol tentang tren-tren gaya hidup terkini, tampaknya si pria yang rambut panjangnya dikuncir itu tidak tahan untuk berkomentar. Nadanya sinis ketika ia berkata, “Oh, saya pikir Subud itu sudah nggak keduniaan. Anda berdua kok malah bahas ponsel dan tren gaya hidup.”

Saya menoleh ke pria itu dan berkata, “Tunggu saja nanti kalau Masnya sudah dibuka, Anda akan tahu bedanya Subud dengan aliran kebatinan. Mau bahas kejiwaan—apa yang mau dibahas?!”

Saya kemudian mengabaikan si kandidat dan melanjutkan obrolan. Beberapa menit kemudian dia berkata, “Saya dari Sumarah, Mas. Nggak pernah ada obrolan seperti Anda di kalangan Sumarah. Saya jadi tahu bedanya sekarang, antara Subud dan Sumarah—yang satu nggak ada ajaran, sedangkan yang lain kebanyakan ajaran.”©2026


Pondok Jaya Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 11 Maret 2026

No comments: