Sunday, February 1, 2026

Apa yang Tidak Berhubungan Dengan Subud?

BEBERAPA kali saya menemukan postingan artikel/video atau tautan ke artikel/video di sejumlah akun grup Facebook atau WhatsApp yang dipandang tidak relevan dengan Subud. Selalu saja akan muncul komentar “Adakah hubungannya dengan Subud?”

Bapak mengatakan, Subud adalah representasi dari hidup itu sendiri. Nah, jika Subud merepresentasi kehidupan manusia di bumi saat ini tentunya tidak ada yang tidak ada relevansinya dengan Subud. Subud tidak membatasi keanggotaannya terhadap mereka yang tidak memiliki kepentingan dengan penyembahan kepada Tuhan YME.

Semua orang, dari segala bidang kehidupan, bisa menjadi anggota Subud, dan bisa menerima serta melakukan Latihan Kejiwaan. Karena Latihan tidak pilih-pilih orang. Dia menghampiri anggota parliamen maupun masyarakat yang berdemo di depan gedung parliamen. Latihan menghinggapi dosen yang mengajar di ruang kuliah maupun mahasiswa yang mengikuti kuliahnya. Dia mengisi diri seorang miskin yang disedekahi seorang kaya yang dirinya juga terisi Latihan.

Kejiwaan adalah ibarat wilayah tak berbatas, tidak berpagar dan setiap orang yang memasukinya tidak dianggap sebagai pelanggar. Yang kabur dari wilayah ini juga bukan buronan. Semua bebas keluar masuk wilayah tak bertuan bernama “kejiwaan”.

Beberapa belas tahun lalu, di sebuah hall Latihan di Jawa Tengah, saya menunggu waktunya Latihan bersama di lobi hall tersebut. Ada poster mungil bertuliskan peringatan kepada para anggota, agar sebelum Latihan jangan membicarakan hal-hal di luar kejiwaan. Saya berkerenyit dalam tanda tanya: Apa saja hal-hal di luar kejiwaan? Apakah membicarakan ponsel cerdas terbaru atau tren musik terkini termasuk di antara yang bukan kejiwaan?

Saya pernah beberapa kali diminta untuk menjadi fasilitator dalam seminar dan workshop terkait pekerjaan saya di dunia komunikasi, kepada audiens anggota Pemuda Subud. Apakah branding, copywriting, dan advertising ada hubungannya dengan kejiwaan? Saya jelaskan ke forum, ada. Saya tidak akan mampu mengerjakannya, meski pengalaman saya di bidang ini sudah melampaui tiga dekade, bila tidak mendapat bimbingan dari jiwa saya. Sebuah cuplikan dari ceramah Bapak, terkait Reputasi, saya cantumkan pada salah satu halaman dari presentasi Powerpoint saya.

Di tengah diskusi politik atau konflik bersenjata yang sedang berlangsung di dunia, di antara teman-teman non Subud saya, saya mendapat pengertian-pengertian dari dalam yang kadang saya ungkapkan sebagai opini saya di ajang diskusi tersebut. Kadang pula wujudnya prediksi-prediksi kejadian, yang kelak terbukti kebenarannya.

Intinya, dengan diri kita sudah terisi Latihan, apapun yang ada di dunia manusia tak luput dari ranah kejiwaan. Itulah asyiknya Subud bagi saya. Pernah teman saya dari jalan spiritual lain, yang entah bagaimana dapat mengakses ceramah-ceramah Bapak, mempertanyakan mengapa Bapak menganjurkan enterprise—yang bagi teman saya merupakan urusan duniawi—menjadi bagian dari laku spiritual Subud. Saya menjawab singkat saja, “Ya, itulah kerennya Subud. Memang Tuhan dan ibadah terhadapNya hanya ada di agama?”©2026

 

Darmin Kopi, Jl. Duren Tiga No. 7E, Jakarta Selatan, 2 Februari 2026

No comments: