SAYA berkunjung ke rumah seorang pembantu pelatih asal New York, Amerika Serikat, di Citayam, Depok, Jawa Barat, dari pagi hingga tengah hari, Jumat ini. Meskipun sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Indonesia, kemampuan bahasa Indonesianya minim, sehingga pembicaraan kami berlangsung dalam bahasa Inggris (American English).
Selama perbincangan kami, saya baru menyadari sesuatu terkait
pengucapan kata-kata dalam bahasa Inggris: Bahwa sebagai orang Indonesia,
meskipun fasih berbahasa Inggris, sebaiknya pengucapannya alami saja, sesuai
kodrat lidah kita sebagai orang Indonesia, yang bukan penutur asli bahasa
Inggris. Tidak perlu dibuat-buat seolah lidah kita lidah penutur asli. Karena
ternyata terdengar “tidak pas” di telinga penutur asli.
Harris Roberts, pembantu pelatih Subud Jakarta Selatan yang
juga berkebangsaan Amerika Serikat, dalam salah satu sesi Subud Practical English Conversation (SPEC) pernah berujar bahwa
saran dari para guru kursus bahasa Inggris berkebangsaan Indonesia agar
pengucapan beberapa huruf ditiadakan—seperti huruf “t”, misalnya pada kata “dating” (dei-ting) jadi “dei-ing”—jangan
diikuti, malah sebaliknya (sebaiknya) dilafalkan dengan jelas.
Dari obrolan saya tadi dengan si pembantu pelatih Amerika,
dia bisa lebih menangkap, tidak salah mengerti, ucapan saya jika saya turut
mengucapkan huruf yang oleh rata-rata guru kursus bukan penutur asli disarankan
agar dihilangkan. Kesimpulan saya, lebih baik menjadi diri sendiri yang asli
Indonesia dalam berbicara bahasa asing.©2026
Darmin
Kopi, Jl. Duren Tiga Raya No. 7E, Jakarta Selatan, 13 Februari 2026
No comments:
Post a Comment