Ia telah tiba di ambang
pelupuk,
datang tanpa ketukan, namun
gema tandanya telanjur masuk
Meredam riuh di dada yang
biasanya meledak
menjinakkan amarah, mematung
nafsu yang kerap bergejolak
Ramadan—telaga
suci bagi jiwa yang dahaga,
sebulan penuh membasuh noda,
meluruhkan sisa-sisa baka
Mengikis kerak khilaf yang
mengeras di dinding kalbu,
memungut kepingan diri yang
selama ini berserak ditiup abu
Kini kususun kembali hingga
utuh berpadu,
menjelma hamba yang tunduk
dalam tawadu
Ya
Tuhan, dekaplah aku dalam hening sembah,
meski punggungku legam
memikul tumpukan salah
Mampukan aku melintasi
gerbang sebulan ini,
biar tertatih, asal
langkahku tegak menuju rida-Mu yang abadi
Izinkan aku menapak jalan
yang penuh cahaya tuntunan,
dengan pasrah yang meluas
dan ikhlas yang tak berkesudahan
Maka, biarkan aku merengkuh
malam,
hingga fajar fitrah mencium
keningku dengan tenang...
Pondok
Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 16 Februari 2026
No comments:
Post a Comment