ADA satu pernyataan dalam ceramah Bapak Muhammad Subuh (saya lupa tanggal dan tempatnya maupun kode rekamannya) yang menurut saya lucu—saya pun tertawa saat membacanya. Di dalamnya, Bapak menganjurkan agar sebelum masuk Subud kita jangan nakal.
Yang membuat pernyataan itu lucu adalah bahwa sebagian besar dari anggota Subud tidak pernah mengira bahwa pada satu titik kehidupan mereka mereka akan masuk Subud, sehingga kenakalan mungkin saja tidak bisa dihindari, karena kita rata-rata tidak menyadari perbuatan kita saat kita melakukannya.
Hal
itulah yang terlintas di benak saya ketika sahabat saya semasa kuliah di
Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Kenny, disaksikan
pembukaannya oleh tiga pembantu pelatih pria Subud Jakarta Selatan pada 30
Oktober 2026, di rumah di mana dia tinggal selama menjalani pengobatan
ginjalnya, di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saya telah berteman
dengannya selama hampir empat dekade dan selama kami berkomunikasi sejak kami
kerap bertemu kembali pasca reuni di rumahnya pada 13 September 2014 tidak
pernah ia mengungkit-ungkit apapun tentang Subud, meski dia tahu saya anggota
Subud.
Saya kini hanya bersyukur sahabat saya telah menjadi saudara Subud. Semoga Tuhan memurahinya dengan kesembuhan dari penyakitnya, pencerahan atas pengalaman sakitnya, dan semangat untuk terus berbakti kepada Tuhan melalui Latihan Kejiwaan Susila Budhi Dharma.©2026
Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan,
31 Oktober 2026


No comments:
Post a Comment