Friday, October 30, 2026

Dari Sahabat Menjadi Saudara Subud

ADA satu pernyataan dalam ceramah Bapak Muhammad Subuh (saya lupa tanggal dan tempatnya maupun kode rekamannya) yang menurut saya lucu—saya pun tertawa saat membacanya. Di dalamnya, Bapak menganjurkan agar sebelum masuk Subud kita jangan nakal.

Yang membuat pernyataan itu lucu adalah bahwa sebagian besar dari anggota Subud tidak pernah mengira bahwa pada satu titik kehidupan mereka mereka akan masuk Subud, sehingga kenakalan mungkin saja tidak bisa dihindari, karena kita rata-rata tidak menyadari perbuatan kita saat kita melakukannya.

Hal itulah yang terlintas di benak saya ketika sahabat saya semasa kuliah di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Kenny, disaksikan pembukaannya oleh tiga pembantu pelatih pria Subud Jakarta Selatan pada 30 Oktober 2026, di rumah di mana dia tinggal selama menjalani pengobatan ginjalnya, di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saya telah berteman dengannya selama hampir empat dekade dan selama kami berkomunikasi sejak kami kerap bertemu kembali pasca reuni di rumahnya pada 13 September 2014 tidak pernah ia mengungkit-ungkit apapun tentang Subud, meski dia tahu saya anggota Subud.

 


Saya kini hanya bersyukur sahabat saya telah menjadi saudara Subud. Semoga Tuhan memurahinya dengan kesembuhan dari penyakitnya, pencerahan atas pengalaman sakitnya, dan semangat untuk terus berbakti kepada Tuhan melalui Latihan Kejiwaan Susila Budhi Dharma.©2026


Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 31 Oktober 2026

No comments: