Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, August 8, 2024

Aku di Situ

Kamu bisa melihat isi hatiku?

Tanyamu

Aku dibisakan, bukan bisa

Jawabku

Biasanya memang tidak bisa

Belum ada yang bisa tembus,

meski mencoba

 

Kamu berkata begitu saja

aku sudah tahu isi hatimu

 

Ada aku di situ...

 

Pondok Cabe, Tangerang Selatan, 8 Agustus 2024

Wednesday, September 19, 2012

Kata dan Arti


Mengerti adalah menyelami
perasaanku tanpa asuh kata dan arti,
terbilang makna sedalam samudra hati
Bila kau tak bisa mengerti aku, biarlah aku berjuang sendiri
di jalan setapak yang diterangi
gegap cahaya ilahi,
bersahabatkan kemuliaan yang murni

Tak kau tangkap makna semburat diri yang mencari
Tak kau pahami semua perjalananku ini
tanpa dibarengi upayamu untuk mengerti
Sedangkan mengerti adalah menyelami
perasaanku tanpa asuh kata dan arti

Hanya bisa kau rasa tak pakai akal budi
Di mana cinta semata adalah keberadaan tanpa ada dan tak badani,
tapi kau tuntut untuk kubagi lewat ucapan dalam bahasa yang kau ketahui
Lewat kata dan arti kau ciptakan jarak, yang sungguh tak peduli
Lewat kata dan arti kau hanya pentingkan dirimu sendiri
Nyatanya kau tak mengerti,
karena mengerti adalah menyelami
perasaanku tanpa asuh kata dan arti

Bebaskan dirimu dari yang kau ketahui
Tak bisa dengan tahumu kau dekati yang tak kau ketahui
karena Dia berjubah kesucian abadi
dari apa kau tahu hanya lewat umpama kata dan arti

Sesungguhnya kau menipu diri
seolah diriku kau mengerti,
tetapi yang kau tahu tentang diriku maupun dirimu adalah eksistensi
dalam kata dan arti
Tak kau pakai rasa untuk menggapai mengapa aku begini
Aku sedang berjalan di antara mawar dan duri
untuk akhirnya bersujud di dalam sang sejati
yang tak dilingkupi kata dan arti

Berdiamlah kamu dalam semesta semadi,
menyusuri rasa diri pribadi bertaut tuntunan Sejati
Abaikan keberadaan kamu, aku, dia, mereka,
kita semua yang ada oleh kata dan arti
Junjung rasamu, karena Sang Rasa mengerti,
sebenar-benarnya memaknai sedalam samudra hati
Mengerti yang adalah menyelami
perasaanku tanpa asuh kata dan arti...


Pondok Jaya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, 26 Mei 2011, pukul 01.59 WIB

Menjadi Diri Sendiri (Being Yourself)


Betapa sial kita bila matahari tidak ingin menjadi matahari
Kehidupan akan membeku
dan cinta kehilangan kehangatannya

Celakalah kita jika angin tidak ingin menjadi angin
Layang-layang takkan menghias langit
dan aku takkan bisa melayang-layang dalam buaian cintamu

Ah, betapa buruknya kalau bulan malu menjadi dirinya
Malam-malam akan menjadi kelam
dan hidup kita menyuram

Tapi malang nian nasibmu, bila kamu menolak menjadi dirimu
Keindahanmu ada pada setiap diri
yang dengannya kamu turun ke bumi
Tuhan dan aku mencintaimu sebagaimana kamu
—yang adalah kamu yang kamu tahu
Dengan menjadi dirimu sendiri, cinta kita menjadi abadi...


Pondok Jaya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, 29 Mei 2011, pukul 21.30

Dalam Hatiku


Tak terbilang rasa yang menyertai raga
ketika kaki melangkah lunglai
memasuki taman keabadian
Karpet merah yang kuimpi tak ada di sana
melainkan tikar hijau berembun merengkuh pagi
yang selimuti sepi taman itu

Aku merebah panggul di atas batu pualam hitam, berucap:
Mama-Bapak, maafkan aku baru ini mengunjungimu,
sekadar melihat batu penandamu dan rumput gajah mini
bersela tanah merah membukit yang digelontor hujan semalam
Aku tak melupakanmu, walau jasadmu terbaring di antara akar dan tumpat debu beraroma langu,
jiwa semangatmu terkubur di liang hatiku
Kubawa ke mana-mana, kutabur dengan kasih berbunga-bunga
Mama-Bapak, aku mencintaimu,
tak sedalam liang lahatmu memang,
tapi dalamnya hatiku siapa yang tahu...


TPU Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, 25 Juni 2011, pukul 06.45

A Simple Mind


Calm your mind, my Friend,
for it is a good servant yet a bad master 
In calmness humility gained, then angels sent in to foster
For you is the servant revering the Great One
Other than Him there is none
He who reveals nothing but love
a conquering mind does not know anything of
for it perceives merely distress and anguish
A simple mind instead provides lavish

Resign yourself to His love that knows no boundaries,
that breaks through time, that gets free of fallacies
Do not raise any question, my Friend, and do not strive to understand—
do not even think to fight the essentially helping Hand
until the Teacher Within leads you to the learning
that things and episodes are here for your earning

Go, my Friend—let go and grow
to the divine touchstones that consent you to flow
like the streaming water from mountain-springs
to the ocean of joy a submitting soul brings
Set aside your revolting mind
that tortures you so unkind,
for you are its servant if you comply
to the fleeting lies it wants you to buy

Go, my Friend, stand straight, eyes closed, and sense His Might
that permeates you, body and soul, day and night
Realize in utter awareness the sensation of surrender,
feeling the vibration such feats constantly engender
Your simple mind, bare of fancies, blessed by the Divine
to follow the light through the path so fine…


Pondok Jaya, Mampang Prapatan, South Jakarta, July 23, 2011, 00:15 Western Indonesia Time

Tuhan, Aku Ingin Memukul-Mu


Tuhan, aku ingin memukul-Mu
Didorong amarah pada-Mu
karena Kau lamban menjawab doaku,
lantaran Kau sibuk mengurus yang tak tentu-tentu
Karena Kau asik mengurusi alam semesta melulu,
aku jadi tersia-sia,
doaku dilupa

Ah, Tuhan, ingin sekali aku memukul-Mu
tapi aku tak mau
Bukan karena tak mungkin, atau karena aku tak bisa
Tapi dengan memukul-Mu aku yang dapat sakitnya... :))


Perak Barat, Krembangan, Surabaya Utara, 27 Agustus 2011

Aku Ingin Menjadi Bayi



Aku ingin menjadi bayi
yang hanya bisa menangis dan tertawa;
tidak kenal diri dan derita;
tidak takut mati, tidak tahu bahagia;
tidak kenal musuh, semua makhluk adalah mitra;
tidak membenci, tidak mencinta;
tidak peduli hidup miskin atau kaya-raya;
tidak punya ilmu, tidak pula beragama;
tidak berdosa, tidak mabuk pahala:
tidak memilih antara surga atau neraka;
tidak tahu tuhan, bebas dari setan

Tidak bisa memilah, tidak bisa memilih
Tapi kalau bisa memilih,
aku ingin menjadi bayi
yang hanya bisa menangis dan tertawa sampai mati...


Mampang Prapatan IX, Jakarta Selatan, 10 Oktober 2011

Wednesday, May 11, 2011

Teriring Doa dan Cintaku

Kutulis sebuah surat untukmu dengan hatiku

Kugores pena ungu, menatah kata dan kuasa rindu

Kalimat demi kalimat mengalir

seperti darahku yang mendesir

kala mendengar tutur kasih indahmu

yang menyentuh dasar kalbu

Walau cinta terbelah jarak,

tak menghalangi cipta semarak

antara dua hati yang merengkuh padu,

memendam kesah, rintih batin kelu,

berkelindan dalam sulaman terungkap bisu

Kasih, melayang khayalku kepadamu

menutup suratku teriring doa dan cintaku...



Cilandak, Jakarta Selatan, 6 Mei 2011

A Beautiful Thing

What is this that we called Love?

For centuries held so up above

Roses so pretty even cannot imply

this thing so beautiful it makes us fly

It is said that life cannot last,

Without it even beauty will cast

What is this beautiful thing

that makes birds sing

and dews emerging in the morning?

I turn my face to the sky

and sees a friendship tie

turns into a love that might not die

A beautiful thing between you and I

that is felt deep down our spine

may uphold the truth about the Divine



Jakarta, May 1, 2011

Inspired by DnA

Love is You

Dews remark the day when morning comes alive

Every drop of it quenches me to survive,

vitalizing my life by every thought

I do not recall as a mere notion

emanating from an empty sense

This is what I may call Love

as it radiates from my heart stubbornly enough


Love is there by every beat it may be,

unmistakably pronounces every second I feel thee

Be there forever, Love, for there you are free

I breathe your presence with ease

Surely there is no way to cease...



Jakarta, April 24, 2011




Tuesday, May 10, 2011

Soul Connection



There you are, bearing a resemblance to my mirror reflection

Here I am, providing you the warmest affection

We may be very far apart, yet close to each other in mind and heart

Distant from my body, it is for your fragility I take guard

The love you tinge in the depth of my soul

is able to present your being as a whole

Do not fear, my dearly Love – fight your agony of losing

Though dissociation remains cruising,

a bond so inscrutable between you and I

maintains the unity thereby


Jakarta, April 20, 2011

DnA (2)

A total harmony of mind, heart and soul

emanates the Love from them so full

Without you in my thought, I have no power

to naturally accept the Love you shower


Oh Love, I see your name carved in each day

that passed by, showing me the way

Enveloping my entire DNA,

your existence fulfills my longing as it may


Loving you forever I am so sure,

‘cause the love we are blessed with is a cure

in wandering the path of misery and failure

No worries, my Love, the feeling stays in its way

as it is written in our DNA…



Cilandak, South Jakarta, April 18, 2011

DnA

This heart has nothing but the truth

It keeps telling me that everything will go smooth,

if we just hope and pray

for Love to save the day

Your name essentially denotes Life

The vitality I may hold to survive

You breathe out Love as it may

for your existence bespread my DNA



Jakarta, April 16, 2011

Just Us


Come to us as one,

let love be our light in the darkness we both cannot comprehend

Wandering through this mist hand in hand


Come to us as one,

make clear the fence that takes you and I wide apart

Let us welcome the love radiating from our blissful heart


Come to us as one

that becomes the loving us


How we become us is just a matter of you and I


CLICK! ^_~



Jakarta, April 10, 2011

Malam dan Pagi

Aku mencintaimu seperti aku mencintai malam

Aku mencintaimu seperti aku mencintai pagi

Aku mencintaimu seperti aku mencintai hidup

di mana malam dan pagi silih berganti

dalam dekap lirih sang bisu

Seperti gema rindu

yang kulantunkan tiap malam dan pagi untukmu...




Cilandak, Jakarta Selatan, 1 April 2011

Sunday, March 6, 2011

Gadis Kecilku



Mendengar suaramu bertutur tenang

tentang lagak kehidupan kamu yang berjuang,

membuatku ingin menyeka air mata,

karena tak sanggup aku menangkap kata ‘derita’


Nyata tak ada kata itu dalam kamusmu,

Senang-susah hanyalah perjalanan semu, katamu

Mutiaranya yang berlaku, menuntun dalam sepi

dirimu yang berbalut asa orang dewasa

Walau di mataku, kau tetap gadis kecilku


Kau, gadis kecilku

Dengan semangat besar ingin merengkuh dunia

Sebesar cintaku padamu, wahai gadis kecilku…

Cilandak, Jakarta Selatan, 4 Maret 2011

Saturday, February 26, 2011

Merindu di Bulan Februari

Kado ulang tahun buat istriku...


Kecupan pagi yang kau beri setiap pagi

membuka cakrawala yang berseri-seri,

menyambut cinta yang kusisipkan di hati

yang merindu di bulan Februari

Tetes-tetes hujan merangkul sunyi

Hening meruyak di tengah pagi

ketika ku kenang semua ulang tahunmu,

yang menjadikanmu baru setiap waktu

Namun dengan nuansa cintamu tetap sama

—masih merengkuh asa, mendekap pesona

Tak pernah henti tercurah dari hati

yang merindu di bulan Februari

Izinkan aku membalas kecupanmu,

mengungkapkan peri rasa kasih yang berpadu

dengan segenap cinta dan rindu

akan kehadiran asa dan pesona

mendampingi kehidupan kita di dunia

Di hari ulang tahunmu ini, Istriku,

takkan kubiarkan berlalu seiring waktu

semua kenangan yang tercipta dari berbagi hati

yang merindu di bulan Februari...


Jakarta, 24 Februari 2011

Tuesday, October 19, 2010

Pelangi

















Kulihat cinta kita pada setiap busur pelangi



Merah pipi
ketika cinta yang bersemi menerima puji

Kuning pijar mata yang terang
manakala kita saling memandang

Hijau diri kita yang baru jatuh cinta,
tak kuasa mengusir debar saat bertemu muka

Berbantal langit biru
kita saling merindu
Aku yang selalu ingin dekat denganmu
Kepada siapa lagi aku mengadu
kalau bukan pada pelangi
yang membawa warna hidupmu kepadaku...


Jakarta Selatan, 19 Oktober 2010, pukul 6.47 WIB.