Monday, June 22, 2026

Seni dan Spiritualitas

SAYA bukan pengamat maupun penikmat lukisan, tetapi demi pekerjaan saya harus turut menyelami seni lukis. Saya masuk dalam tim yang dibentuk untuk membuat katalog lukisan karya seorang maestro Indonesia, Yoes Rizal. Saya sebagai Copy Editor-nya.

 


Tim berkumpul siang ini, 22 Juni 2026, di kediaman dan studio beliau di Jl. Lingkar Kebayunan, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, untuk mengenal lebih jauh sang maestro dan karyanya. Dikenal sebagai pelukis kontemporer Indonesia, alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini menggunakan mixed media untuk mewujudkan karya lukisan. Yang menarik, ujar beliau, bukan lukisan yang penting—itu hanya output—melainkan proses kreatifnya.

 


Seperti para pelukis lainnya yang pernah saya jumpai sejak tahun lalu, obrolan tentang proses kreatif pasti bersenggolan dengan spiritualitas. Yang menarik bagi saya, ketika sang maestro menyebut sekuens tarekat, hakikat dan makrifat dalam wawancara yang dilakukan dua rekan saya—yaitu dua alumni Sejarah dari Universitas Indonesia, almamater saya. Dan yang membuat saya semakin termotivasi adalah adanya kesamaan antara ekspresi spiritual Yoes Rizal dengan apa yang saya alami melalui Latihan Kejiwaan Subud, meski ia sendiri bukan anggota Subud, yaitu ketiadaan aturan, kebebasan aksi, ketidakteraturan dan spontanitas. Seorang pelukis, kata Yoes, haruslah bebas, tidak terbebani atau dibatasi. Sebebas sifat jiwa manusia!

 


Saya pun menunjukkan logo Kongres Dunia Subud ke-17 tahun 2028 di Portugal yang saya rancang dan berhasil memenangkan kompetisi desain logo event tersebut. Dengan spesialisasi Yoes Rizal sebagai pelukis abstrak ekspresionis dengan latar belakang akademik beliau di Seni Rupa dan Desain ITB, beliau menilai logo karya saya itu memenuhi syarat sebagai logo (yang harus abstrak dan memberi ruang seluas-luasnya bagi audiens untuk memiliki pengertian sendiri-sendiri—persis sifat dari Latihan Kejiwaan). Dari bahasan tentang logo itulah berkembang obrolan tentang Subud, yang harus saya akhiri karena hari kian sore dan saya harus ke Wisma Subud Cilandak untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-125 Bapak Muhammad Subuh.©2026


Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 23 Juni 2026

No comments: