Friday, May 22, 2026

Mengajar Dengan Bimbingan Latihan

DULU, saya pernah kuliah di Jurusan Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta selama dua semester, karena diterima di pilihan kedua saya di Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) 1986. Saya pindah (lolos Sipenmaru 1987) ke Jurusan Sejarah Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya/FIB) Universitas Indonesia salah satunya karena saya tidak suka mengajar kelas—saya gampang demam panggung.

Anehnya, setelah masuk Subud, saya malah suka sekali jika diminta mengajar di depan kelas, terutama dalam bidang pekerjaan saya—copywriting, periklanan dan strategi branding. Bisa dibilang saya kecanduan berbicara di depan publik, yang untuk itu saya tidak pakai persiapan sama sekali, atau tidak over-prepared, melainkan hanya mengandalkan bimbingan Latihan.

Jumat siang ini, saya kembali mendapat kesempatan itu, dan lagi-lagi—kecuali materi Powerpoint 17 halaman yang hanya berisi poin-poin singkat—tanpa persiapan. Saya hanya rileks, sedari rumah ke lokasi pengajaran saya tidak memikirkan sama sekali apa yang akan saya sampaikan, melainkan hanya menikmati perjalanan sejauh 11 km dengan bersepeda motor.

 





Yang saya ajar (saya menyebutnya “momen berbagi”) adalah empat staf pemasaran dan satu desainer grafis sebuah biro perjalanan umroh dan haji, yang semuanya dari Gen Z, dalam hal “copywriting dengan teknik story-telling untuk branding”. Ibarat keran air, segala ucapan saya dengan bimbingan Latihan mengalir begitu saja, hingga saya sendiri mendapat pengertian baru. Saya perhatikan pula bahwa saya dapat dengan mudah membaur dengan audiens saya, seolah saya dan mereka sudah saling mengenal lama.©2026


Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 22 Mei 2026

No comments: