Saturday, January 17, 2026

Kebiasaan Gundul

 


SEBELUM tahun 1990/1991, saya tidak pernah berani tampil di depan umum dengan kepala gundul. Saya lebih menyukai rambut panjang melebihi kerah baju dan belah tengah yang membuat saya tampak berantakan dan kumuh.

Sebagai tentara, ayah saya tidak suka melihat potongan rambut saya. Waktu kecil, saya memang pasrah pada kehendak beliau yang menggunduli kepala saya di kedai cukur. Kala itu, akhir dekade 1960an dan awal 1970an, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin memang memberlakukan penertiban terhadap rambut gondrong. Dengan kenyataan itu, ayah saya selalu menakut-nakuti saya, bahwa saya bakal ditangkap polisi jika menolak ajakan beliau ke kedai cukur.

Saya mulai suka memangkas rambut saya bergaya crew cut (potongan rambut militer) saat media massa diramaikan berita-berita mengenai Operasi Desert Shield, fase awal dari Perang Teluk (1990-1991), yaitu operasi militer multinasional pimpinan Amerika Serikat untuk mengerahkan pasukan besar-besaran ke Arab Saudi sebagai respons terhadap invasi Irak ke Kuwait, bertujuan untuk mempertahankan Arab Saudi dan mempersiapkan serangan balasan yang kemudian dikenal sebagai Operasi Desert Storm. Kemunculan foto-foto tentara AS dengan rambut crew cut menginspirasi saya untuk mulai meniru gaya itu. Dan makin lama, saya makin menipiskannya hingga gundul sama sekali—yang memberi saya rasa seolah rekrutan tentara pada fase latihan dasar.©2026


Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, 18 Januari 2026

No comments: